Tampilkan postingan dengan label bursa otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bursa otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 November 2010

Tips Dan Trik Membeli Mobil Tua

Ada yang suka mengoleksi mobil-mobil sebelum tahun 80an? Barangkali tips-tips ini bisa menjadi masukan buat Anda.

## Tips pertama

Belilah mobil tua yang bodinya masih bagus. Kadang ada yang beranggapan bahwa lebih hemat dan praktis membeli mobil yang mesinnya bagus. Pernyataan ini kurang tepat karena justru lebih ekonomis membeli mobil tua yang berbodi mulus tanpa cacat dan orisinil luar dalam, meskipun mesinnya jelek.

## Tips kedua,

Perhatikan surat-surat kelengkapannya. Mobil tua sebelum tahun 1970, selain STNK dan BPKB, harus dilengkapi boekpass yang merupakan surat resmi semacam sertifikat sebelum ada aturan mengenai BPKB. Jika boekpass tersebut masih ada, mobil itu memang benar-benar orisinil dan layak untuk dikoleksi.

## Tips Ketiga

Sebaiknya Anda juga menghindari mobil tua dengan transmisi otomatik. Sistem transmisi matik memang memanjakan pengendaranya, tetapi seringkali justru menjadi kebiasaan untuk mengabaikan ganti oli transmisi. Mobil matik sangat sensitif dengan sistem pelumasan. Lupa ganti oli atau kemasukan sedikit debu saja bisa menghancurkan sistem transmisi. Tapi tentu saja, ini hanya berlaku untuk mobil-mobil lawas.

## Tips Keempat

Untuk membuktikan oke tidaknya mesin mobil tua, Anda bisa meminta penjualnya untuk menyalakan mesin sekitar lima menit, kemudian matikan. Rogoh knalpot dengan jari dan pastikan ada jelaga yang menempel di jari Anda dalam keadaan kering. Kalau jelaga tersebut terasa basah, lupakan saja. Kalau knalpotnya baru, lihat feeder knalpot (berbentuk seperti tangki sebelum ujung knalpot), apakah terlihat mengkilat seperti besi terbakar. Jika hitam atau mengelupas, sebaiknya lupakan saja.

## Tips Kelima

Satu hal yang juga sering dilupakan adalah soal cat. Mobil lawas umumnya ditimpa dengan cat berwarna solid bawaan pabrik. Cat solid jangan terlalu sering dipoles. Berbeda dengan cat metalik, dimana makin dipoles justru makin mengkilap, cat solid yang sering dipoles malah menyebabkan cat makin tipis dan tidak mengkilat.

Jangan lupa untuk ikutan klub – klub mobil tua jika anda ingin kemudahan dalam mencari parts atau sekedar berbagi informasi kepada sesama pengguna mobil tua

Sumber - 4r31.wordpress.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Mobil Yang Ramah Lingkungan Akankah Terwujud

Diprotes, dikecam dan disindir di “kandangnya” sendiri, pameran otomatif internasional yang ke 80 tetap “bertengker” di Palexpo Jenewa Swiss. Sebuah program dari saluran televisi Swiss Romand mengecam ajang pameran otomotif sebagai tempat jor-joran yang hanya menimbulkan polusi. Salah seorang pembicara, dengan gamblang mengatakan alasannya berkunjung ke pameran otomotif tersebut (hanya) untuk melihat yang “bening-bening”

Masalah polusi menjadi topik yang utama dan bisa dikatakan sepeda merupakan pilihan “tepat” sebagai kendaraan masa depan bebas polusi. Mencoba menggempur kesan “hitam” mengalahkan sepeda, maka pameran otomotif Jenewa 2010 lalu yang bertajukkan “Divine Surprise” maju dengan pasukan hijau. Dengan konsep ramah lingkungan, kendaraan bermotor dengan tenaga listrik, mobil hybrid bervolume kecil dengan urban style, bertebaran di berbagai stand. Dari Tata hingga Ferarri, mobil-mobil hijau ini tidak hanya menawarkan konsep “hijau” namun juga berani bersolek dengan warna hijau kontras.

Namun, apakah konsep hijau ramah lingkungan yang ditawarkan industri mobil saat ini berhasil menghijau di masyarakat? Dari seluruh peserta pameran, hanya 10% peserta yang memamerkan mobil “hijau”. Dari polling yang ada di website pameran otomotif Jenewa (http://www.salon-auto.ch), 52.5% pendapat mengatakan bahwa industri otomotif TIDAK memberikan perhatian cukup terhadap lingkungan.

Sumber - kolomkita.detik.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Toyota Akan Tingkatkan Kualitas Global

Maraknya program penarikan untuk perbaikan mobil atau yang lebih sering disebut recall membuat banyak pemegang merek mulai membuka tirai yang selama ini menutupi dapur produksi mereka.

Meskipun tidak sepenuhnya terbuka, pemegang merek terkemuka di bursa otomotif dunia seperti Toyota, sejak Juli lalu mulai mengajak para jurnalis dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Eropa, untuk melongok dapur mereka, terutama yang terkait dengan kualitas dan keselamatan.Oleh karena itulah, kata dia, pihaknya tidak asal membuat mobil. Namun selalu mendengarkan umpan balik dari konsumen dan memastikan jaminan kualitas pada produk yang dibuat.

Toyota, GM Divisi Kualitas TMC Shinji Miyamoto, memahami pada dasarnya konsumen menginginkan produk yang sangat bagus dengan tingkat masalah yang rendah dan berkinerja tinggi, serta aman dikendarai.Oleh karena itu, pihaknya telah mendirikan komite khusus untuk kualitas global yang menyandarkan seluruh proses sistem jaminan mutu pada keinginan konsumen, mulai dari riset dan pengembangan (R&D), pembelian pasokan, produksi, manufaktur, sampai penjualan dan servis purnajual.

Berbasis keluhan konsumen itulah, lanjut dia, Toyota melakukan analisis untuk membuat perbaikan dan peningkatan kualitas produk. Keluhan konsumen ditampung, kemudian dianalisis dan diinvestigasi, untuk kemudian menjadi masukan dalam divisi R&D dan produksi.TMC nampaknya ingin meyakinkan konsumen bahwa produk yang dibuatnya sudah melalui berbagai uji untuk menjamin kualitas dan keamanan tidak hanya bagi pengemudi dan penumpang, tapi juga lingkungan sekitar.

"Fokus kami adalah kualitas," ujar Managing Officer TMC Moritaka Yoshida menegaskan. Setelah itu, kata dia, ke depan kami akan semakin fokus memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan dalam upaya menekan emisi gas buang dan pemanasan global.

Sumber – antara

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis