Tampilkan postingan dengan label bisnis parkir motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis parkir motor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2010

Parkiran Tingkat Untuk Pengendara Sepeda

Negara Jepang mulai mempopulerkan bisnis parkir sepeda. Berbeda dengan keinginan masyarakat yang hanya ingin dunia ini lebih segar dan hijau. Jepang terkenal sebagai negara sempitnya lahan, memaksa parkir sepeda ditempatkan pada gedung tingkat bawah tanah.

Bedanya sentuhan teknologi juga disertakan pada disain parkir sepeda. Sepeda ditempatkan didalam tunel atau lubang bawah tanah. Dalam hitungan detik sepeda sudah masuk kedalam dan ditempatkan kedalam rel untuk tempat berdirinya sepeda pada lubang sedalam 15 meter. Untuk mengeluarkan juga sangat mudah dan cepat, dalam hitungan kurang dari 30 detik dari ratusan sepeda yang diparkir dapat diambil dengan tepat oleh robot sesuai perintah computer. Mungkin kendala power listrik akan merepotkan tempat parkir ini, tetapi Jepang memiliki sistem listrik sangat baik dengan persentase mati lampu yang sangat sangat jarang. Masalah sepeda hilang di tempat parkir, sepertinya masih jauh dari jangkauan pencuri.

Sekali partkir hanya membayar 100 yen atau 1 dollar saja. Mau satu bulan mendapat discount dengan membayar 1800 Yen, sekitar 180 ribuan.

Sumber – bebexbiroe.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Parkir Liar Marak Di Pusat Kota

Pusat kota yang meliputi Jln. Dewi Sartika, Oto Iskandar Di Nata (Otista), Kapatihan, Dalem Kaum, dan Jln. Asia Afrika serta kawasan Alun-alun bandung seperti lautan manusia dan kendaraan. Semrawut, mungkin ini kata yang tepat untuk menggambarkan situasi pusat Kota Bandung .Nyaris tak ada ruang tersisa dari serbuan manusia dan kendaraan. Pedagang kaki lima (PKL) seperti berebut lahan dengan tukang parkir ilegal. Bahu jalan yang seharusnya menjadi tempat lalu lalang kendaraan bermotor, berubah fungsi menjadi tempat berjualan dan tempat parkir ilegal.

Seolah tak puas hanya menggunakan trotoar, mereka pun menyulap trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki, menjadi tempat berjualan dan tempat parkir ilegal. Kesemrawutan ini semakin lengkap dengan kehadiran tukang becak yang berani melawan arus lalu lintas ketika membawa penumpang. Tak peduli lalu lintas menjadi macet saat mereka melintas, tukang-tukang becak ini nekat melawan arus untuk menghemat energi sampai ke tujuan.

Kondisi terparah bahkan terlihat di kawasan Kepatihan dan Otista. Kendaraan harus berusah payah masuk ke kawasan itu, karena padatnya jalan. Selain PKL, juga terdapat parkir kendaraan serta becak-becak.Tingkah laku PKL dan bisnis parkir motor illegal ini memang membuat jengkel pengguna jalan. "Mereka seperti tidak memperhatikan hak-hak masyarakat seperti pengemudi kendaraan dan pejalan kaki," ujar Ny. Nina yang berulang kali tersenggol motor karena tak bisa berjalan di trotoar yang telah digunakan PKL.

Padahal Pemkot Bandung melarang restoran dan rumah makan buka siang hari selama bulan puasa. Ini di depan Pendopo, PKL terang-terangan berjualan. Jelas-jelas mereka melanggar aturan, kalau restoran dan rumah makan harus tutup, mengapa PKL makanan boleh berjualan," katanya

Sumber – dadarosa.org

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Tarif Parkir Baru Naek Hingga 500%

Sebab Kenaikan Tarif Parkir Wilayah DKI Jakarta Ternyata Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta. Namun yang ditonjolkan adalah peningkatan karcis tarif parkir terbaru untuk mengurangi kemacetan dengan mendorong pengguna mobil pribadi untuk naik angkutan umum

Pendapatan pajak restribusi Pemerintah DKI Jakarta akan naik sekitar 500 persen setelah kenaikan tarif parkir yang mencapai 5 kali lipat (500%) diberlakukan. Hal ini secara otomotis akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Jakarta.Dengan kenaikan tarif parkir terbaru, pendapatan asli daerah akan meningkat tajam. Dengan skema yang sama jika kenaikan tarif hanya tiga kali lipat, PAD akan naik 300 persen.

Sebelumnya, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Hasan Basri mengatakan, studi pengurangan kemacetan yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dengan empat faktor yang dapat mengurangi jumlah kendaraan.

Keempatnya adalah dengan meningkatkan pajak bagi pemilik kendaraan, menaikkan harga bahan bakar minyak, membebankan uang pada jalan yang dilewati, dan meningkatkan tarif pada bisnis parkir mobil. Menurut ketua dewan itu Azas Tigor Nainggolan, ada tiga pilihan dan zona dalam perubahan tarif.

Pertama adalah zona pinggir, yang meliputi kawasan Klender dan Lenteng Agung. Zona antara yang meliputi kawasan Matraman dan Tanah Abang, dan zona parkir pusat, meliputi kawasan jalan protokol, seperti kawasan Jalan Sudirman, Thamrin, dan Gatot Soebroto. Dengan perbandingan harga tiket parkir menjadi 1:3:5 pada setiap zona.

Sumber – besteasyseo

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis

Lahan Jasa Parkir Motor Merupakan Usaha Yang Gurih

Kawasan di sekitar stasiun kereta api, dimana saja, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Lihat saja, berapa ribu orang yang mencari uang di sekitar kawasan stasiun ini. Pegawai PT KAI jelas, termasuk di dalamnya adalah para pegawai outsourcingnya. Lalu para pedagang koran, makanan, kios-kios yang ada di sepanjang stasiun, para penjual buah, sayuran dan kebutuhan hidup lainnya yang ada di luar stasiun, lalu tukang ojek, kru angkot dan lain sebagainya. Pokoknya banyak deh !

Termasuk bisnis yang potensinya sangat besar di kawasan stasiun ini adalah bisnis jasa parkir mobil dan motor Lihat saja di setiap stasiun, dari mulai Pondok Cina, Depok Baru, Depok lama, Citayam dan seterusnya sampai Bogor. Di sepanjang kawasan itu pasti ada beberapa tempat dan lahan yang dimanfaatkan untuk parkir ini. Bahkan di salah satu tempat di salah satu stasiun, ada tempat parkir yang harus ditingkat karena tingginya kebutuhan akan parkir ini. Hebat nggak ?

Ke depannya diperkirakan akan semakin banyak orang memanfaatkan jasa parkir ini. Apalagi kalau PT KA Commuter Jabotabek bisa mengelola KRL dengan baik dan profesional, maka akan semakin banyak orang saja yang memanfaatkan KRL sebagai moda angkutan ke/dari tempat kerja. Dan salah satu imbasnya ya kebutuhan akan tempat parkir jadi meningkat.

Bisnis parkir ini sangat gurih lo potensi pendapatannya. Contoh saja untuk setiap motor yang diparkir, kita harus membayar 2 ribu lima ratus rupiah. Kalau untuk satu tempat parkir saja bisa memarkir 300 motor setiap harinya, berapa pendapatan yang bisa didapat ? Rp 750.000,- /hari, mantap kan ? Berapa sebulannya ? Ya tinggal kalikan saja !

Sumber – kotadepok.wordpress

Temukan semuanya tentang Bisnis & Promosikan Usaha Anda di Iklan Gratis