Tampilkan postingan dengan label table 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label table 8. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2010

Dim Sum Fast food

Two women picking microwave-cooked dim sum from the freezer in Circle K, Hong Kong.

Certain kinds of instant dim sum have come onto the market in Hong Kong, Mainland China, Taiwan and Singapore. People can enjoy snacks after a 3-minute defrosting and reheating of the instant dim sum in a microwave oven.

Some stalls serve "street dim sum" which usually consists of dumplings or meatballs steamed in a large container, but served on a bamboo skewer. The customer can dip the whole skewer into a sauce bowl and eat while standing or walking.

Dim sum can be purchased from major grocery stores in most countries with a Chinese population. These dim sum can be easily cooked by steaming or microwaving. Major grocery stores in Hong Kong, Philippines, Singapore, Taiwan, Mainland China, Malaysia, Brunei, Thailand, Australia, United States and Canada have a variety of dim sum stocked at the shelves. These include dumplings, siu maai, bau, cheong fun, lo bak go and steamed spare ribs. In Singapore, as well as other countries, dim sum can also be purchased from convenience stores, coffee shops and other eateries. There is also halal certified dim sum available, with chicken taking the place of pork which in addition to Singapore is very popular in Malaysia, Indonesia and Brunei.


Source: www.wikipedia.com


See also: loewy, table 8

Rabu, 04 Agustus 2010

Chinese Hot Pot

Hot pot (Chinese: 火鍋; pinyin: huǒ guō), less commonly Chinese fondue or steamboat, refers to several East Asian varieties of stew, consisting of a simmering metal pot of stock at the center of the dining table. While the hot pot is kept simmering, ingredients are placed into the pot and are cooked at the table. Typical hot pot dishes include thinly sliced meat, leafy vegetables, mushrooms, wontons, egg dumplings, and seafood. The cooked food is usually eaten with a dipping sauce. In many areas, hot pot meals are often eaten in the winter.


History

The Chinese hot pot boasts a history of more than 1000 years. While often called "Mongolian hot pot”, it is unclear if the dish actually originates in Mongolia. Mongol warriors had been known to cook with their helmets, which they used to boil food, but due to the complexity and specialization of the utensils and the method of eating it, hot pot cooking is much better suited to a sedentary culture. A nomadic household will avoid such highly specialized tools, to save volume and weight during migration. Both the preparation method and the required equipment are unknown in the cuisine of Mongolia of today.

Hot pot cooking seems to have spread to northern China during the Tang Dynasty (A.D. 618-906). In time, regional variations developed with different ingredients such as seafood. By the Qing Dynasty, the hot pot became popular throughout most of China. Today in many modern homes, particularly in the big cities, the traditional coal-heated steamboat or hot pot has been replaced by electric, gas or induction cooker versions.

Because hot pot styles change so much from region to region, many different ingredients are used.

Source: www.wikipedia.com

See also: loewy, table 8, chinese food



Kamis, 29 Juli 2010

Cara Hidup Sehat: Waktu, Komunikasi dan Makanan

Oleh: Ratih

Sadarkah kita akan kesehatan pribadi? Jawabannya bisa beragam disertai dengan tindakan aktif ataupun pasif dari kita dalam menjaga kesehatan. Tak disangka, perhatian orang pada kesehatan pribadi tergantung dari konsep waktu, cara berkomunikasi dan tentu saja makanan yang disantapnya sehari-hari. Tak banyak orang yang menyadari bahwa pandangan hidup soal waktu dan cara berkomunikasi menjadi poin pula dalam pembahasan soal kesehatan tubuh. Orang banyak membicarakan soal makanan semata. Maka, secara singkat tulisan ini membahas mengapa waktu dan komunikasi juga penting.


Budaya menghargai waktu memang berbeda-beda dari tiap masyarakat. Bagi masyarakat Asia, kebanyakan hidup untuk hari ini sehingga mereka lebih suka melakukan banyak hal dalam satu waktu. Sementara budaya Amerika memiliki konsep waktu jauh ke depan. Sehingga mereka fokus melakukan satu hal setiap waktu. Budaya Amerika menekankan pada rutinitas demi kesehatan jangka panjang. Sementara budaya Asia lebih menekankan pada kegiatan variatif serta kenal dengan konsep takdir. Sehingga soal kesehatan bukan semata tanggung jawab pribadi melainkan ada peran Tuhan yang terlibat didalam setiap unsur kehidupan kita. Di dunia barat, penemuan yang lebih mutakhir dalam teknologi kesehatan memungkinkan mereka melakukan medical check up rutin. Sehingga cara mereka menjaga kesehatan lebih ke arah bio medical secara kimiawi teknis.


Cara berkomunikasi yang berbeda juga turut berpengaruh pada cara menjaga kesehatan. Komunikasi terbuka budaya Amerika memungkinkan mereka memiliki hubungan informal yang dekat dalam setiap situasi. Sehingga setiap masalah mudah dicari solusinya, tanpa dipendam dalam hati yang biasanya menjadi penyebab stres yang berpengaruh pada kesehatan tubuh. Sementara pada budaya Asia, lebih formal kecuali hubungan dengan keluarga amat dekat. Tentu saja, hubungan yang dekat dengan anggota keluarga ini melahirkan budaya jaga kesehatan yang berbeda pula. Konsep reinkarnasi yang dikenal pada beberapa masyarakat Asia menyebabkan anggota keluarga kurang perhatian bila anggota keluarganya yang lain menderita sakit.


Terkecuali, uniknya di Indonesia kita mengenal jamu yang dapat dikatakan salah satu cara jaga kesehatan secara rutin demi kebaikan di masa yang akan datang. Hubungan dengan anggota keluarga juga dekat. Bisa dikatakan Indonesia memiliki budaya menjaga kesehatan yang cukup baik bila menilik dari budaya minuman jamu tersebut. Jadi sebenarnya nenek moyang kita cukup kenal dengan konsep waktu orientasi masa depan.


Makanan yang kita konsumsi juga cukup sehat. Misalnya saja, gado-gado yang meruapakan campuran dari telur dan sayuran yang ditaburi sambal kacang yang khas. Gado-gado, makanan favorit khas Indonesia ternyata mampu membawa nama Indonesia dalam kancah internasional. Tak disangka, gado-gado menjadi juara pertama dalam lomba masak internasional (Liotorale Flegreo Nel Mondo) 2010, yang digelar di Napoli, Italia, Rabu (28/7). Paula Astrid Unu sebagai juru masak memenangkan sajiannya dalam kategori tampilan sajian estetika. Tentu saja dengan adanya penghargaan ini, tak usah merasa minder bila menyebut gado-gadi sebagai makanan favorit. Sebab, selain memang termasuk makanan sehat, gado-gado juga berprestasi kaliber internasional.


Jadi, bila anda ingin hidup sehat, perbaikilah konsep waktu, cara berkomunikasi dan makanan anda tentu saja.



See also: Table 8, Loewy



Senin, 26 Juli 2010

Peringatan Hari Anak Nasional: Hak Anak untuk Sehat Berprestasi

Tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional (HAN) berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Tema tahun ini adalah: Anak Indonesia Belajar untuk Masa Depan, dan sub tema: Kami Anak Indonesia, Jujur, Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Berprestasi. Untuk itu, jaminan pemenuhuan hak-hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan yang bermutu harus terus kita upayakan (Pedoman HAN. 2010).

Salah satu faktor penting dalam rangka menjamin anak-anak yang berprestasi adalah dengan menyediakan makanan bergizi bagi mereka. Tentu, bahan bakunya harus terjamin bersih. Salah satu restoran di Jakarta ini dikenal selektif memilih bahan baku. Selain itu, jaminan kebersihan bahan dan lingkungan pun tak diragukan lagi.

Anak-anak yang berprestasi adalah anak-anak yang memiliki waktu belajar dan bermain. Tentunya lingkungan rumah dan sekolah selayaknya mendukung fasilitas mereka. Bukan sekedar fasilitas materi tapi juga pemenuhuan kebutuhan kasih sayang. Kasih sayang pada anak ini diekspresikan dengan berbagai cara. Setiap keluarga memiliki keunikan sendiri. Mereka mengungkapkan dengan mendengarkan pendapat anak atau memenuhi kemauan anak bila berprestasi. Satu paket yang tepat bisa anda peroleh disini, selain menyediakan makanan sehat bergizi, tempat ini juga memiliki bonus jam tangan anak. Sehingga mereka bisa membagi waktu antara belajar dan bermain. (Ratih)

KIDZU BENTO FUN HOURS SERIES. Dobel Seru !!! BARU HADIAHnya, BARU MENUnya.

Mulai 17 Mei 2010, hanya dengan membeli paket KIDZU BENTO seharga Rp. 18.182,-*, kamu bisa dapatkan salah satu jam tangan Fun Farm yang lucu-lucu. Ada Momoow & Kokekko.





Lihat juga: Loewy, Table 8

Kamis, 22 Juli 2010

Seafood: Fish

Fish is a highly perishable product. The fishy smell of dead fish is due to the breakdown of amino acids into biogenic amines and ammonia.

Live food fish are often transported in tanks at high expense for an international market that prefers its seafood killed immediately before it is cooked. This process originally was started by Lindeye. Delivery of live fish without water is also being explored.While some seafood restaurants keep live fish in aquaria for display purposes or for cultural beliefs, the majority of live fish are kept for dining customers. The live food fish trade in Hong Kong, for example, is estimated to have driven imports of live food fish to more than 15,000 tonnes in 2000. Worldwide sales that year were estimated at US$400 million, according to the World Resources Institute.

If the cool chain has not been adhered to correctly, food products generally decay and become harmful before the validity date printed on the package. As the potential harm for a consumer when eating rotten fish is much larger than for example with dairy products, the U.S. Food and Drug Administration (FDA) has introduced regulation in the USA requiring the use of a time temperature Indicator on certain fresh chilled seafood products.

Source: www.wikipedia.com

See also: seafood, loewy, table 8

Jumat, 16 Juli 2010

Nasi Goreng

Alih Bahasa: Ratih

Nasi goreng merupakan makanan khas Indonesia dan Malaysia. Nasi goreng merupakan nasi dengan campuran bumbu, cabai, dan udang. Nasi goreng merupakan makanan nasional Indonesia yang tak mengenal batas sosial ekonomi. Makanan ini bisa ditemukan di warung nasi kecil hingga restoran mewah di hotel-hotel.

Bahan utama nasi goreng ialah nasi, kecap, bawang merah dan bawang putih dilengkapi dengan penyedap rasa. Nasi goreng dapat dinikmati kapan saja, bagi orang Indonesia, Malaysia dan Singapura nasi goreng dimakan sebagai sarapan. Nasi yang digunakan sebagai bahan utama biasanya adalah nasi yang tidak habis dimakan malam harinya sehingga nasi goreng tidak terlalu lembek.

Di restoran-restoran, nasi goreng disajikan dengan telur, ayam goreng, sate, sayuran dan kerupuk. Sedangkan di warung nasi kecil, nasi goreng istimewa pakai telur.

Source: www.wikipedia.com


See also: seafood, Loewy, Table 8


Rabu, 14 Juli 2010

Padu Padan Makanan

Alih Bahasa Oleh: Ratih

Pernahkah kamu makan pagi, siang malam dengan menu yang sama? Bisa jadi jawabannya pernah atau tidak pernah. Tanpa kita sadari, kita memilih makanan bukan hanya berdasarkan keinginan tapi juga berdasarkan kategori makanan. Penelitian mengenai makanan dan budaya mengkategorikan makanan menjadi beberapa bagian. Bukan hanya berdasarkan selera pribadi. Berikut kategori makanan menurut hasil penelitian di negara berkembang dan maju:

  1. cultural superfoods: fungsi makanan ini untuk diet;

  2. prestige foods: makanan berprotein tinggi, mahal atau unik;

  3. body image foods: makanan yang dipercaya dapat mempengaruhi kesehatan, kecantikan dan kesejahteraan;

  4. sympathetic magic foods: makanan yang memiliki kesamaan dari segi bentuk dan warna;

  5. physiologic group foods: makanan yang tidak boleh dikonsumsi bagi kelompok tertentu misalnya gender, usia atau kondisi kesehatan.

Kategorisasi ini memudahkan para peneliti mengidentifikasi dan memahami kebiasaan makan dari berbagai kebudayaan, termasuk soal berikut:

  1. frekuensi konsumsi makanan yang digambarkan melalui model makanan utama dan pelengkap;

  2. tradisi budaya dalam mempersiapkan makanan berdasarkan perayaan tertentu;

  3. makanan harian, mingguan, dan tahunan dalam pola makan serta siklus makan;

  4. perubahan dari fungsi-fungsi makanan yang disebabkan oleh perkembangan budaya, diprediksi dari perubahan pandangan tentang budaya makan.

Makanan yang paling sering dikonsumsi diantaranya: nasi, gandum, jagung, dan sayuran. Sedangkan makanan yang luas penyebarannya namun dikonsumsi dengan frekuensi tertentu seminggu sekali ialah: ayam, selada dan apel. Sedangkan makanan yang dikonsumsi sekali-sekali disebut peripheral foods. Sifatnya pilihan pribadi, bukan kebiasaan budaya secara berkelompok. Pada banyak budaya, terutama pada masyarakat agraris, makanan utama disajikan dengan makanan pelengkap untuk menyeimbangkan kadar nutrisi antara makanan utama dan makanan pelengkap. Nasi, roti dan pasta disajikan dengan sayuran atau tomat. Di Cina, nasi dipadukan dengan sayuran, di Itali mie dipadukan dengan saus tomat (spaghetti), di Meksiko tortilla dengan salsa. Padu padan makanan memang bersifat membudaya pada jenis makanan utama dan lauk. Bagaimana denganmu?

Sumber:

Kittler, Pamela Goyan and Kathryn Sucher. 2008. Food and culture. Belmont: Thomson Wadsworth.

Lihat juga: Loewy, Table 8, dim sum


Senin, 12 Juli 2010

A Chinese buffet restaurant in the United States of America

American Chinese food tends to be cooked very quickly with a great deal of oil and salt[citation needed]. Many dishes are quickly and easily prepared, and require inexpensive ingredients. Stir-frying, pan-frying, and deep-frying tend to be the most common cooking techniques which are all easily done using a wok[citation needed]. The food also has a reputation for high levels of MSG to enhance the flavor. The symptoms of a so-called Chinese restaurant syndrome or "Chinese food syndrome" have been attributed to a glutamate sensitivity, but carefully controlled scientific studies have not demonstrated such negative effects of glutamate[citation needed]. Market forces and customer demand have encouraged many restaurants to offer "MSG Free" or "No MSG" menus.

Most American Chinese establishments cater to non-Chinese customers with menus written in English or containing pictures.[citation needed] If separate Chinese-language menus are available, they typically feature delicacies like liver, chicken feet or other exotic meat dishes that might deter Western customers[citation needed]. In New York's Chinatown, the restaurants were known for having a "phantom" menu with food preferred by Chinese and Chinese Americans, but believed to be disliked by non-Chinese Americans.

American Chinese cuisine often uses ingredients not native and very rarely used in China. One such example is the common use of western broccoli (xi lan, 西蘭) instead of Chinese broccoli (gai lan, 芥蘭) in American Chinese cuisine.[citation needed] Even more divergent are American stir-fry dishes inspired by Chinese food, that may contain brown rice instead of white, with grated cheese; milk products are almost always absent from traditional Chinese food.

Source: www.wikipedia.com

See Also: Loewy, Table 8

Kamis, 08 Juli 2010

Simbol Makanan

Alih Bahasa Oleh: Ratih

Simbolisme dan permainan kata mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan di China, termasuk makanan. Itulah sebabnya banyak makanan disajikan selama perayaan Tahun Baru. Cukup menarik bukan? Berikut makna-makna dibalik makanan:

rumput laut hitam: kesejahteraan

kacang kering: kebahagiaan, kacang segar kurang disukai karena berwarna putih yang diartikan sebagai kematian

telur: kesuburan

dadar gulung: kemakmuran

kacang leci: ikatan erat dalam keluarga dan sajian untuk para dewa

mie: umur panjang

jeruk: kesejahteraan dan keberuntungan

kacang-kacangan: umur panjang

pomelo: kelimpahan harta, kemakmuran dan keluarga besar

jeruk mandarin: kesejahteraan dan keberuntungan

lotus root: keberuntungan dalam keluarga, berarti kebersamaan dengan para anggota keluarga

permen: harapan untuk hidup yang indah

kue beras: doa agar seorang anak bertumbuh kembang dengan baik

Setelah tahu makna dibalik makanan, maka berhati-hatilah memilih makanan di restoran Loewy atau Table 8 yang menyajikan aneka chinese food.


Sumber:

Vegetarian Times. Edisi Februari 2003.