Tampilkan postingan dengan label spare part alat berat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spare part alat berat. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Mei 2010

Parts Kendaraan Berat

Seperti kendaraan commercial, harga alat berat dan spare part alat berat bervariasi sesuai dengan merk dan kualitas atau mutu serta kemampuan beroperasi alat tersebut contohnya merk alat berat komatsu. Untuk merk terkenal harga forklift parts biasanya lebih mahal karena disesuaikan dengan tehnologi yang menyertainya, biasanya teknologinya lebih ramah lingkungan dan daya tahan atau kualitasnya Meski pelaku di industri spare part alat di Indonesia sudah relatif banyak, pemain utama yang tergolong besar hanya beberapa. Di antaranya, PT Komatsu Indonesia (merek Komatsu), PT Caterpillar Indonesia (Caterpillar), PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (Hitachi), dan produsen lainnya, dengan total kapasitas terpasang 5.000–6.500 unit per tahun. Sementara itu, komponen dan sub-komponen dengan total kapasitas terpasang 50.000 ton per tahun. Adapun alat berat yang dapat diproduksi di dalam negeri, di antaranya, excavator, bulldozer, motorgrader, dan dump truck. Total produksi spare part alat berat dengan berbagai spesifikasi tersebut, menurut laporan Indocommercial 2007, tercatat 4.789 unit atau naik 83% dari tahun sebelumnya. Melonjaknya produksi alat berat sepanjang tahun itu terutama karena pesatnya pertumbuhan sektor pertambangan, yaitu batu bara, perkebunan, kehutanan, dan sektor konstruksi, yang berdampak pada naiknya permintaan alat berat. Pada 2008, produksi masih tetap meningkat, meski kenaikannya tak setinggi pada 2007. Ini karena dampak krisis ekonomi global yang menyebabkan anjloknya ekspor berbagai produk pertambangan dan perkebunan. Secara keseluruhan, produksi alat berat nasional selama 2003–2008 tumbuh rata-rata 39% per tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi, baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). Pada 2003, nilai impor alat berat tercatat US$167 juta, dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833,7 juta. Jika dilihat dari negara asalnya, impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, dan Cina. Di sisi lain, Indonesia pun mengekspor alat berat. Namun, menurut Indocommercial, ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor, terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). Masih menurut BPS, nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi, yaitu 27,3%. Pada 2003, nilai ekspor alat berat tercatat US$46,6 juta, per Agustus 2008 sudah US$107,9 juta. alt

Cerahnya bisnis pertambangan, khususnya batu bara, mendongkrak kinerja pelaku bisnis spare part alat berat, seperti PT United Tractors Tbk. Pada 2008, United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar, disusul PT Trakindo Utama (25%), dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (20%). Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya.


Sumber : (redaksi@wartaekonomi.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Senin, 07 September 2009

Harga Sewa & Rental Mobil Naik Jelang Lebaran

Meski hari raya Idul Fitri masih tiga pekan lagi, tempat penyewaan atau Sewa Mobil di Jakartatelah ramai diserbu penyewa yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman. Kebanyakan penyewa telah memesan untuk masa sewa empat hingga sepuluh hari. Harga sewa mobil pun ikut naik.

“Alhamdulillah dari 240 unit mobil yang kami sediakan untuk lebaran kali ini, semuanya sudah dibooking untuk tanggal 18 – 28 September mendatang. Mobil yang kami sediakan terdiri dari 110 unit Toyota Avanza, 100 unit Toyota Kijang, dan sisanya 30 unit Toyota Alphard, ” tutur Ari Gufroni, Manajer Penjualan PT TRAC (Toyota Rent a Car), perusahaan penyewaan mobil yang berinduk ke PT Astra, kepada Tempo, di Jakarta, Senin (31/8).

Seiring dengan derasnya permintaan, tarif sewa mobil pun ikut terkerek. Hal itu diakui Ari. Ia menyebut, dibanding har-hari biasa, kenaikan tarif kali ini meningkat 20 – 25 persen. Meski tarif naik, permintaan terus mengalir ke PT TRAC. “Karena itu, kami saat ini terus mengupayakan ada penambahan armada. Tahun lalu kami sediakan 300 unit, tetapi karena ada krisis sejak awal 2009, oleh perusahaan ditetapkan jatah 240 unit. Ternyata permintaan di luar perkiraan kami,” tandas Ari.

Ari mengatakan, besaran tarif sewa saat ini, untuk Toyota Avanza masa sewa empat hari Rp 2 juta, dan 10 hari Rp 4,4 juta. Sedangkan untuk Toyota Alphard jangka waktu penyewaan empat hari sebesar Rp 9,5 juta dan 10 hari Rp 21 juta.

Sementara Toyota Kijang Innova dibanderol sekitar Rp 2,5 juta per empat hari dan Rp 6.250.000 hingga Rp 7 juta per sepuluh hari. Tergantung tipe yang dipilih. “Harga ini sudah termasuk asuransi kecelakaan diri dengan nilai pertanggungan Rp 10 juta, tetapi tanpa sopir,” terang dia.

Mobil yang disediakan antara lain, Toyota Avanza tipe G dan E, Toyota Kijang Innova tipe E, G, dan V, serta Toyota Alphard. Fasilitas lain yang disediakan TRAC, selain asuransi adalah, rest area yaitu cabang-cabang TRAC yang lokasinya tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia (Spare Part Alat Berat).

Derasnya permintaan juga dialami tempat penyewaan mobil skala kecil. Tempat milik Edy Wahyudi di kawasan Petukangan Utara, Jakarta Selatan, misalnya. Menurut Edy, dari empat unit Toyota Kijang Innova tipe G dan dua unit tipe V miliknya yang dibanderol Rp 7 juta per 10 hari telah dipesan penyewa. Begitu juga dengan penyewaan mobil atau di daerah (Sewa Mobil Solo)

“Begitu juga enam unit toyota Avanza tipe G 1.3, yang sewanya Rp 450 ribu sehari juga sudah habis. Tapi permintaan masih ada, saya minta ke persewaan milik teman untuk memenuhi ini,” aku dia.

Berbeda dengan TRAC, harga sewa mobil di tempat Edy tidak termasuk asuransi kecelakaan. Namun, baik di TRAC maupun di tempat Edy harga tersebut tanpa sopir. “Kami juga menyediakan jasa sopir, untuk tarifnya rata-rata Rp 540 ribu per hari,” terang Edy.

Sementara Ari mengaku pihaknya juga menyediakan sopir. “Para pengemudi TRAC dibekali pelatihan Defensive Driving, penguasaan wilayah, etika pelayanan serta sikap diri positif. Kami memiliki 6.000 pengemudi profesional,” aku dia.

Menyinggung syarat penyewa, Edy menyebut cukup mudah, yaitu mengisi formulir identitas diri, melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk, fotokopi kartu keluarga, fotokopi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, Surat Izin Mengemudi, serta membayar tanda jadi. “Minimal 30 persen dan di lunasi saat mobil diambil,” tandas dia.

Sementara bila penyewa tidak menggunakan sopir, lanjut Edy, pihaknya akan melakukan survei ke tempat penyewa. Biaya survei Rp 50 ribu untuk Jakarta dan Rp 100 ribu untuk luar Jakarta ditanggung oleh calon penyewa.

tempointeraktif.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang